Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan anugerahnya saya dapat lulus seleksi calon Guru penggerak angkatan 7 pada tahun 2022. Saya merupakan salah satu guru yang beruntung dapat bertemu dan berkolaborasi dengan guru-guru hebat yang akan bersama selama kurang lebih 6 bulan kedepan. Awalnya perasaan cemas dan takut muncul dihati untuk menjalani pendidikan CGP dengan bayangan tugas yang berat dan waktu yang akan tersita. Tetapi setelah dijalani hampir satu bulan rasa cemas dan takut hilang karena bertemu dengan fasilitator, guru pengajar praktik, dan teman kelompok yang baik dan luar biasa.  

Perkenalkan nama saya Ronita Naibaho guru SMK Negeri 1 Pantai Labu CGP angkatan 7 dari kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Di sini saya akan menyapaikan mengenai jurnal dwi mingguan modul 1.1.A tentang Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Jurnal dwi mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh setiap calon guru penggerak. Tugas ini dibuat untuk merefleksikan semua pengalaman dan ilmu yang didapat selama 2 minggu. Disini saya akan mencoba merefleksikan modul 1.1 tentang  Filosofi Ki Hadjar Dewantara. Dalam pembuatan jurnal ini saya menggunakan model 1 yaitu 4F. 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yaitu

1. Facts (pakta)

Saya mengikuti pendidikan CGP dimulai dari lokakarya orientasi  atau lokakarya 0, dimana saat orientasi saya berjumpa dengan guru pengajar praktik dan teman kelompok CGP angkatan 7 yang diadakan di SMP Negeri 2 Lubuk Pakam. Selama lokakarya 0 saya mendapat pengalaman yang sangat berharga yaitu saling mengenal sesama guru CGP angkatan 7 dalam satu grup. Dalam perkenalan tersebut saya belajar banyak dari teman Guru maupun pengajar praktik yang  luar biasa. Selama lokakarya orientasi pengajar praktik berbagi ilmu tentang apa saja yang akan dilakukan selanjutnya. Kemudian setelah itu mengikuti kegiatan secara online di LMS. Mulai dari diri sendiri saya merefleksi pemikiran KHD. Kemudian eksplorasi konsep, berdiskusi bersama fasilitator dan CGP lainnya mengenai filosofi KHD. Setelah itu, ruang kolaborasi saya bersama teman-teman saling sharing dan berdiskusi mengenai filosfi KHD dan penerapannya di sekolah. Terakhir mengiktui kegiatan elaborasi pemahaman bersama instruktur. Di sana banyak ilmu dan pengalaman yang disampaikan instruktur dan teman-teman CGP lainnya.

2. Feelings (perasaan)

Perasaan saya mengikuti kegiatan selama dua minggu  ini sangat senang sekali dan bangga. Senang karena saya dapat mengenal dan berdiskusi dengan guru-guru hebat dan bisa mendapatkan ilmu serta pengalaman tentang filosofi KHD. Saat menerapkan filosofi KHD di dalam pembelajaran saya merasa senang karena ada hal yang berubah menjadi lebih baik pada diri saya dan  murid-murid saya. Misalnya dahulu saya mengajar terlalu kaku tanpa memperhatikan karakter anak didik, sekarang saya mengajar dengan bahagia dan berhamba pada murid. Murid merasa senang karena kebutuhan belajarnya terpenuhi. Semangat siswa untuk bersekolah semakin meningkat. Saya juga merasa bangga karena saya bisa menjadi bagian dari guru-guru hebat di seluruh Indonesia. Sehingga banyak pengalaman dan ilmu yang didapat selama pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 7 ini.

3. Findings

Pengalaman berharga yang saya dapat yaitu ketika mendapatkan ilmu tentang filosofi pendidikan KHD yang menjadi dasar kurikulum merdeka  dan saat berdiskusi dan berkolaborasi dengan rekan CGP serta fasilitator dan instruktur. Banyak ilmu dan pengalaman dari teman kelompok yang dapat saya terapkan dalam pembelajaran di kelas saya. Pengalaman yang berharga yaitu mendapatkan ilmu tentang filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Pemikiran KHD tersebut menyatakan bahwa peran pendidik seperti seorang petani, anak didik seperti biji tumbuhan yang disemai. Guru sebagai pamong memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan menemukan kemerdekaannya dalam belajar.  Pendidikan harus didasarkan pada kodrat alam dan kodrat zaman. Tidak hanya itu, KHD mengatakan bahwa pendidikan harus menghamba pada murid. Artinya pembelajaran harus berpusat pada siswa. Siswa harus mendapatkan pendidikan yang bahagia dan menyenangkan. Ketika berdiskusi dengan fasilitator, instruktur, dan rekan CGP yang lain banyak sharing pengalaman dalam penerapan filosofi KHD ini di sekolah.

4. Future

Filosofi pendidikan KHD yang saya dapatkan selama 2 minggu ini akan saya laksanakan dan terapkan dalam proses pembelajaran. Saya akan memulai dari diri sendiri menjadi contoh baik bagi anak didik maupun rekan sejawat dan memotimerancang pevasi serta mendorong murid dalam pembelajaran. Setelah itu saya akan memulai merancang pembelajaran yang berpusat pada murid dan menciptakan pembelajaran yang bahagia. Pembelajaran akan saya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Pendidikan disesuaikan dengan kodrat zaman bahwasannya anak sekarang hidup di era digital, sehingga saya harus mengembangakn keterampilan teknologi untuk menghadapi tantangan zaman ini.Saya harus melek dalam hal teknologi dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk kebutuhan murid, contohnya mendesain materi dengan menggunakan ppt, canva atau video yang dapat meningkatkan semangat dan pemahaman murid. Dalam setiap pembelajaran saya akan mengubah peraturan menjadi kesepakatan bersama yang harus dijalankan setiap anggota. 

Sekian yang dapat saya sampaikan dalam pemaparan tentang refleksi jurna modul 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Semoga bermanfaat bagi setiap yang membaca.

Salam Guru Penggerak, tergerak, bergerak, menggerakkan.